Hire
Writers
Editors
Home Tour About Read What's New Help Forums Join
My Account Login
Shop
Save
Support
E
Book
Store
Learn
About
Jesus
  

Win A Publishing Package HERE            

The HOME for Christian writers! The Home for Christian Writers!



 
Faith PLEASE ENCOURAGE THE AUTHOR BY COMMENTING

  LEAVE COMMENT ON ARTICLE   SEND A PRIVATE MESSAGE
  HIRE THIS WRITER
REPORT ARTICLE

 TRACK THIS AUTHOR ADD TO MY FAVORITES
corner
What's New
 
corner
 
Di Balik Derita
by agustinus setyo nugroho
05/10/12
For Sale
Author requests article critique


  Mail
 





Saya ingat, tahun 1998 adalah tahun yang berat bagi semua orang. Tak terkecuali om saya dan keluarganya. Di tengah kebutuhan yang merangkak naik (untuk pendidikan anak yang mulai sekolah, atau pun kebutuhan dasar seperti konsumsi keluarga sehari-hari), ternyata perusahaan kontraktor yang bertahun-tahun telah menjadi tumpuan bagi mengepulnya asap dapur terkena dampak kisruhnya perekonomian Indonesia saat itu sehingga harus merasionalisasi karyawannya agar tetap dapat bertahan hidup. Sialnya, om saya termasuk salah satunya… Saat itu menjadi berat sekali, karena untuk hidup sehari-hari saja pas-pasan sehingga memang wajar jika tidak bisa menyisihkan sebagian gajinya untuk menabung. Nah setelah terkena PHK menjadi bingung. Mau melamar di tempat lain, perusahaan lain pun rata-rata mengalami nasib yang sama. Mau buka usaha, modal tidak ada. Sedangkan waktu tetap berjalan seperti biasa, termasuk segala jenis tagihan bulanan juga harus dibayar, sedang uang pesangon juga semakin menipis. Belum lagi masih ditambah hubungan dengan istri yang semakin renggang…. Sungguh komplit saat itu kesusahannya.


Beberapa waktu yang lalu, seorang teman juga mengalami sebuah peristiwa yang cukup mengguncang bagi dirinya. Di tengah hubungan yang dia rasa semakin antap, ternyata karena suatu hal, apa yang sudah dirancang harus berantakan. Bukan hanya permasalahan seperti biasanya, tetapi sudah menyangkut masalah prinsip seperti keyakinan (agama) dan kesetiaan. Akhirnya semua berakhir. Saat itu terasa sangat berat baginya. Butuh proses panjang dan dukungan tiada henti. Beruntung dia mempunyai teman-teman yang positif, sehingga kekalutan tidak lari ke hal-hal yang negative….. Tetapi tetap saja, kejadian itu membuat penderitaan baginya. Badan menjadi kurus, pikiran tidak tenang, selalu dirundung kesedihan dan penyesalan……

Saya rasa, peristiwa dan pengalaman seperti om saya dan teman saya tadi adalah sebuah kenyataan, yang sebenarnya dekat dengan kehidupan kita semua. Kita semua pernah mengalaminya, mungkin ada yang sama (kesulitan dalam hal materi, gagal dalam relasi percintaan, keretakan dalam hidup berkeluarga, dll), tetapi mungkin juga dalam hal lain. Bisa lebih ringan skalanya, atau jauh lebih berat. Tetapi efeknya sama saja, yakni penderitaan. Bukan hanya ke fisik, tetapi justru lebih ke jiwa. Kata orang, jika sudah sakit jiwanya (dalam hal ini merasa menderita), maka lambat laun fisik pun akan terpengaruh. Menurut pengalaman, hal ini memang berbanding lurus. Di saat seperti itu, akhirnya ketahanan dan kesabaranlah yang menentukan.

Banyak dari kita yang tidak tahan dan mudah patah saat mengalami peristiwa yang tidak sesuai dengan harapan kita. Mungkin itu terjadi karena kita terpaku memikirkan diri sendiri….. Padahal segala sesuatu yang terjadi pada diri kita tidak bisa dilepaskan dari lingkungan di sekitar. Ada orang lain yang berkaitan. Jika kita menderita karena perselisihan, bukankah bukan hanya kita yang terkena imbasnya? Jika kita kalut dan putus asa dengan kehidupan berkeluarga karena pertengkaran dengan suami/istri misalnya, bukankah bukan hanya kita yang akan kena efeknya? Ada anak kita, ada orang tua kita, ada masyarakat, ada dia suami / istri yang masa depannya juga dalam ketidakpastian juga, dan tentunya ada Dia juga, yang seharusnya menjadi sumber kekuatan….

Yang kedua, factor kesabaran…. Faktor inilah yang kadang kita lupakan. Kita cenderung protes dan tidak setia. Jika sedang dirundung rasa derita, yang muncul adalah litani keluhan. Mengapa harus mengalami ini semua? Mengapa tidak cepat berlalu? Apa salahku? Mengapa dunia tidak adil terhadapku? Pertanyaan bernada protes seperti itu hanya akan semakin membuat lemah kita. Kita menjadi lupa bahwa semua itu memang sebuah proses yang harus kita alami. Tidak ada yang salah…. Kita hanya cukup diminta untuk bersabar dan setia menjalani proses itu. Yang namanya hidup, tidak mungkin hanya dilingkupi hal-hal yang sesuai harapan kita. Pasti suatu saat kita harus menjalani proses yang tidak sesuai harapan, karena kita hidup dengan orang lain yang juga punya harapan tersendiri, dan tentunya kita hidup karena Dia punya harapan khusus dan special bagi kita. Hanya kita perlu bersabar untuk dapat melihat dan memetik apa harapan dan tujuan dari suatu kejadian yang membuat kita menderita itu……. Jika sudah mampu memetik buah-buahnya, itulah yang mungkin dinamakan garis hidup yang disediakan Tuhan bagi kita. Dan semua pasti baik akhirnya…… Hanya perlu bersabar bukan?


Seperti yang dialami om dan teman saya tadi, mereka setelah melalui proses dan bersabar menjalaninya, ternyata baik adanya. Ternyata kesulitan ekonomi justru menyatukan kembali keluarga yang sudah berada di ambang perpecahan. Jika sudah tentram hatinya, pekerjaan dan rejeki ternyata tidak menjauh. Pun yang dialami teman saya, setelah bersabar sekian lama, ternyata proses derita itu memang harus dialami agar dia terbuka mata hatinya, bahwa telah disediakan baginya pasangan yang lebih cocok baginya, dan agar mengambil berkahnya apa yang sebaiknya harus dilakukan jika berelasi dengan orang lain. Jadi jika saat ini, atau suatu saat nanti kita mengalami peristiwa yang menyesakkan dan membuat kita menderita, kita ingat bahwa sejatinya itu bukan sesuatu yang membuat kita harus menderita. Itu hanyalah sebuah proses yang harus dilalui agar kita menjadi semakin kuat, dewasa, penyayang, dan semakin diberkati. Karena derita sejatinya berkah untuk kita. Kita saja yang menganggap dan menamainya derita. Bukan hanya keburukan / dosa yang bisa bersembunyi dalam topeng kebaikan, tetapi kebaikanlah yang sering tersembunyi di dalam penderitaan. Jangan sampai kita tertipu lagi olehnya ….


If you died today, are you absolutely certain that you would go to heaven? You can be! TRUST JESUS NOW

Read more articles by agustinus setyo nugroho or search for articles on the same topic or others.


Read More - Free Reprints, Main Site Articles, Most Read Articles or highly acclaimed Challenge Articles. Read Great New Release Christian Books for FREE in our Free Reads for Reviews Program. Christian writers can JOIN US at FaithWriters for Free. Grow as a Writer and help spread the Gospel.


The opinions expressed by authors do not necessarily reflect the opinion of FaithWriters.com.

Hire a Christian Writer, Christian Writer Wanted, Christian Writer Needed, Christian Content Needed
Find a Christian Editor, Hire a Christian Editor, Christian Editor, Find a Christian Writer
 
corner
Corner
This article has been read 196 times     < Previous | Next >


Member Comments
Member Date




TRUST JESUS TODAY














Free Audio Bible
500 Plus Languages
Faith Comes By Hearing.com